Ekonom senior sekaligus mantan Menteri Keuangan RI, Chatib Basri, mengingatkan bahwa ruang gerak kebijakan ekonomi Indonesia saat ini semakin sempit.
Menurut Chatib, peluang untuk menurunkan suku bunga tidak terlalu besar.
Karena itu, pemerintah perlu lebih fokus melindungi masyarakat yang paling rentan menghadapi tekanan ekonomi, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang paling merasakan dampak kenaikan harga dan melemahnya daya beli.
Dalam penjelasannya, Chatib menyebut pemerintah pada dasarnya hanya memiliki tiga pilihan utama dalam kebijakan fiskal:
Menaikkan pendapatan negara (termasuk pajak)
Mengurangi atau memangkas belanja negara
Menambah utang
Masalahnya, ketiga pilihan tersebut tidak mudah dilakukan dalam situasi ekonomi saat ini. Menaikkan pajak berisiko menekan dunia usaha dan masyarakat.
Memangkas belanja bisa menghambat program pembangunan. Sementara menambah utang juga menjadi tantangan karena biaya pendanaan sedang tinggi.
Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah harus sangat hati-hati dalam mengambil kebijakan ekonomi ke depan.
Salah langkah sedikit saja, dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat luas.
💬 Menurut Anda, di tengah kondisi ekonomi saat ini, langkah apa yang sebaiknya menjadi prioritas pemerintah?

Posting Komentar untuk "Menkeu Purbaya, Chatib Basri Sebut Jadi Menteri Menkeu Sebenarnya Tidak Sulit"