Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Kepala SPPG Kab. Bandung Gantung Diri Tinggalkan Surat Tulisan Tangan


Seorang pria berusia 26 tahun, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bandung, ditemukan tewas "GanDir" di lantai 12 sebuah pusat perbelanjaan di Kota Bandung pada Minggu pagi, 12 Juli 2026.

Korban ditemukan petugas keamanan sekitar pukul 06.30 WIB. Polisi langsung turun ke lokasi, melakukan olah TKP, lalu mengevakuasi jenazah ke RS Sartika Asih.

Kapolsek Regol, Kompol Megawati Triyani, membenarkan peristiwa tersebut.

"Korban adalah warga Kabupaten Bandung. Jenazahnya ditemukan pada Minggu pagi oleh petugas keamanan di lokasi tersebut," ujarnya, Senin (13/7/2026).

Penyelidikan masih berjalan. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk telepon genggam, sandal, KTP, dan sepucuk surat tulisan tangan. 

Hingga kini, polisi belum menyimpulkan apakah kematian korban berkaitan dengan tekanan pekerjaan, masalah pribadi, atau faktor lain.

Mitra SPPG Kabupaten Bandung, Fazri, menyebut korban selama ini dikenal bertanggung jawab dan berdedikasi. Ia membantah adanya masalah berat dalam pekerjaan korban.

"Selama bekerja tak pernah ada masalah yang fatal," ujarnya.

Namun, Fazri mengakui ada perubahan sikap dalam beberapa bulan terakhir.

 Korban disebut lebih pendiam, sulit dihubungi sejak 26 Juni 2026, dan menurut keluarga lebih sering mengurung diri beberapa hari sebelum ditemukan meninggal.

"Padahal di dapur enggak ada masalah," kata Fazri.

Akibat peristiwa ini, operasional SPPG yang dipimpin korban dihentikan sementara. 

Penutupan dilakukan atas arahan Badan Gizi Nasional dan KPPG sampai kepala SPPG baru ditunjuk, karena beberapa proses administrasi tetap memerlukan persetujuan pimpinan.

Isi surat yang ditinggalkan korban juga menjadi sorotan penting. Korban menulis permohonan maaf kepada orang tua, keluarga, teman, dan rekan kerja.

 Ia juga mengungkap rasa tidak percaya diri, merasa belum mampu menjalankan tanggung jawab, serta terbiasa memendam beban pikiran sendirian.

Kasus ini bukan sekadar berita duka. Ini peringatan telak bahwa tekanan mental bisa menghancurkan seseorang dalam diam.

 Jangan anggap perubahan sikap, menarik diri, dan sulit dihubungi sebagai hal biasa. Itu bisa menjadi tanda bahaya.

Posting Komentar untuk "Kepala SPPG Kab. Bandung Gantung Diri Tinggalkan Surat Tulisan Tangan"